Perempuan, Generasi muda & Senior dalam Serikat: Bersama Membangun Serikat Pekerja Nusantara Power (SPNP) yang Kuat dan Berkelanjutan

Surabaya, 1 September 2026 — Serikat pekerja yang kuat tidak dibangun oleh satu kelompok atau satu generasi. Kekuatan tersebut lahir dari keberagaman perspektif, pengalaman, keberanian bersuara, serta kemampuan untuk berjalan bersama. Semangat inilah yang tercermin dari perspektif tiga anggota/pengurus SPNP: Nanda, Riski, dan Fahmi.

Bagi Nanda, keterlibatan perempuan dalam serikat pekerja bukan sekadar persoalan jumlah keterwakilan, tetapi tentang meaningful participation. Perempuan perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, terlibat dalam pengambilan keputusan, mengembangkan kompetensi, hingga mengambil kesempatan untuk memimpin.

“Bukan tentang perempuan menggantikan laki-laki, tetapi tentang laki-laki dan perempuan berjalan bersama dengan kesempatan yang setara untuk memberikan kontribusi terbaik.”

Sementara itu, Riski membawa perspektif generasi muda yang menghadapi tantangan tersendiri. Sebagai generasi yang relatif terakhir direkrut, tetapi berpotensi lebih awal terdampak ketika terjadi efisiensi, pekerja muda perlu membangun kompetensi dan value. Pendapatan yang tinggi harus diimbangi dengan kontribusi yang tinggi pula.

Di sisi lain, Fahmi menegaskan pentingnya keberadaan senior dalam serikat pekerja. Senior memiliki pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman terhadap perjalanan dan kondisi perusahaan yang menjadi modal penting dalam menentukan langkah organisasi.

Senior tidak hanya berperan sebagai generasi terdahulu, tetapi juga sebagai penyeimbang dan sumber pembelajaran bagi generasi penerus.

“Kita tidak sedang memilih antara senior atau junior. Kita membutuhkan keduanya agar organisasi dapat berjalan lebih seimbang.”

Ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan SPNP membutuhkan kolaborasi lintas generasi dan gender. Perempuan membawa perspektif dan kepedulian, generasi muda membawa energi dan inovasi, sementara senior membawa pengalaman dan kebijaksanaan.

Kuncinya adalah respect, communication, dan collaboration.

Tidak semua generasi harus memiliki cara berpikir yang sama. Namun, seluruh generasi perlu memiliki tujuan yang sama: menjaga kepentingan pekerja, membangun hubungan industrial yang sehat, dan memastikan serikat pekerja tetap relevan menghadapi tantangan masa depan.

Ketika setiap generasi mendapatkan ruang untuk berkontribusi dan saling melengkapi, serikat pekerja tidak hanya kuat untuk menghadapi persoalan hari ini, tetapi juga memiliki fondasi untuk menghadapi masa depan.

Biro Humas SPNP DPU Cirata

08xxxxx

Tinggalkan komentar

Go to Top

Eksplorasi konten lain dari SPNP

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca