Surabaya, 1 September 2026 — Dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital yang semakin dinamis, DPU Cirata turut berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Digital Communication dan Media Serikat Pekerja yang dilaksanakan pada 1–2 September 2026 di Ruang 608, Lantai 6, Kantor Pusat PT PLN Nusantara Power, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi, menyusun pesan organisasi, serta mengoptimalkan media digital sebagai sarana komunikasi serikat pekerja. Pelatihan menghadirkan Kahar S. Cahyono, Wakil Presiden FSPMI dan KSPI, serta Johan Ferdian, Digital Product Designer, sebagai narasumber.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai writing, journalism, dan public relations (PR). Materi mencakup pemahaman audiens, tujuan komunikasi, penyusunan pesan utama, hook, struktur berita, nilai berita, 5W+1H, kutipan, verifikasi informasi, etika jurnalistik, hingga penyusunan siaran pers dan media relations. Peserta juga mengikuti praktik newsroom & PR dengan mengolah kegiatan maupun isu serikat menjadi berita, siaran pers, dan konten media sosial.
Salah satu pembelajaran yang relevan dengan perkembangan media saat ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), termasuk ChatGPT, sebagai alat bantu dalam proses produksi konten. Dalam materi pelatihan ditekankan bahwa AI dapat membantu melakukan brainstorming, merapikan bahan mentah, membuat kerangka tulisan, menyusun draf berita maupun caption, serta mengadaptasi satu materi ke berbagai kanal digital. Namun, hasil AI tetap harus melalui proses verifikasi dan penyuntingan oleh manusia sebelum dipublikasikan.
Prinsip tersebut menegaskan bahwa kecepatan dalam menghasilkan konten harus tetap diimbangi dengan akurasi dan integritas. AI berperan sebagai asisten untuk mempercepat pekerjaan, sementara manusia tetap menentukan posisi organisasi, memeriksa fakta dan risiko, serta bertanggung jawab terhadap informasi yang diterbitkan. Materi juga menekankan bahwa efisiensi teknologi tidak boleh menghilangkan akuntabilitas, termasuk dalam penggunaan data, penyampaian informasi, maupun pembuatan pernyataan organisasi.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai pengelolaan website SPNP. Materi meliputi pengenalan dashboard WordPress, pengelolaan pages dan posts, kategori dan tag, media library, menu navigasi, hingga praktik publikasi konten. Selain itu, peserta juga mempelajari aspek manajemen pengguna, plugin, tema, SEO dasar, keamanan akun, pembaruan sistem, dan backup situs.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Krisis (Crisis Management) dan Manajemen Isu (Issue Management) yang disampaikan oleh Kahar S. Cahyono. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya merespons persoalan secara cepat dan tepat ketika muncul isu yang berpotensi memengaruhi reputasi maupun keberlangsungan organisasi. Di sisi lain, manajemen isu diperlukan untuk mengenali dan menangani persoalan maupun opini publik sejak dini sebelum berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Bagi DPU Cirata, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam membangun komunikasi organisasi yang efektif, akurat, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital. Kemampuan mengemas informasi secara tepat sekaligus memahami etika dan tanggung jawab dalam publikasi diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi serikat pekerja kepada anggota maupun publik secara lebih profesional.
Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi dalam komunikasi bukan semata-mata tentang bekerja lebih cepat, tetapi juga tentang bagaimana menjaga integritas, akurasi, dan kepercayaan. Sebagaimana pesan utama dalam materi pelatihan, AI mempercepat kerja; integritas menjaga kepercayaan—sebuah prinsip yang penting dalam membangun media serikat pekerja yang kredibel dan berpihak pada kepentingan pekerja.
BIRO 4 SPNP DPU CIRATA

